Siapkan Generasi Madrasah yang Berakhlak dan Berkarakter, Kakankemenag Alor Tekankan Penguatan Pendidikan Karakter
![]() |
| Dok. Humas MAN Alor 2026 |
MAN Alor (Humas) – Kepala
Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Alor, Mansur Bakri
Samah, memberikan arahan dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan bertema “Siapkan Generasi Madrasah yang Berakhlak dan
Berkarakter” yang berlangsung pada Kamis (11/6/2026) di Ruang Koperasi
MAN Alor.
Dalam kegiatan tersebut, Kakankemenag Alor didampingi
oleh Hadi Abdul Aziz Kammis selaku Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag
Alor dan Israfil Iho sebagai Pengawas Madrasah Tingkat MA.
Pada arahannya, Mansur Bakri Samah menyampaikan hasil
pertemuannya dengan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur yang membahas maraknya
kasus tawuran pelajar yang terjadi di Kabupaten Alor. Menurutnya, kondisi
tersebut menjadi perhatian bersama dan membutuhkan keterlibatan semua pihak
dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya di lingkungan madrasah.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kakankemenag Alor
menekankan lima solusi strategis yang perlu diterapkan dalam sistem pendidikan
madrasah.
Pertama, menjadikan
orang tua sebagai madrasah pertama bagi peserta didik. Menurutnya,
keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan akhlak anak
sebelum mereka mendapatkan pendidikan di sekolah.
Kedua, terus
memperkuat program pembinaan karakter dan akhlak peserta didik di madrasah
melalui tiga langkah strategis yang telah dicanangkan oleh Bidang Pendidikan
Islam Kanwil Kemenag NTT, yakni menata hati, menjunjung tinggi akhlakul
karimah, dan mengawal Islam Rahmatan lil ‘Alamin.
Ketiga, menjadikan
komunitas sosial di masyarakat sebagai jejaring pengawasan dan pembentuk
karakter anak. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya
menjadi tanggung jawab sekolah dan keluarga, tetapi juga seluruh elemen
masyarakat.
Keempat, madrasah
perlu membuat aturan yang mampu mengontrol perilaku peserta didik secara
menyeluruh, tidak hanya menilai dan memberikan sanksi terhadap perilaku
negatif, tetapi juga memberikan apresiasi dan penilaian terhadap perilaku
positif yang ditunjukkan oleh peserta didik.
Kelima, madrasah
harus aktif melakukan dakwah digital sebagai salah satu upaya
pembentukan karakter generasi muda di era teknologi informasi. Pemanfaatan
media digital dinilai penting untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman, akhlak
mulia, serta konten-konten edukatif yang dapat menjadi benteng bagi peserta
didik dari pengaruh negatif dunia maya.
“Pembentukan karakter tidak bisa dilakukan secara
instan. Dibutuhkan sinergi antara keluarga, madrasah, masyarakat, dan
pemanfaatan teknologi yang positif agar lahir generasi yang berakhlak,
berkarakter, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan penguatan kelembagaan ini juga menjadi momen yang penuh haru karena sekaligus menjadi ajang pelepasan dan perpisahan bagi Kakankemenag Alor, Mansur Bakri Samah, yang akan memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada akhir Juni 2026.
Suasana haru dan khidmat menyelimuti acara ketika para guru menyampaikan apresiasi, penghormatan, serta ucapan terima kasih atas
dedikasi dan pengabdian beliau selama memimpin Kementerian Agama Kabupaten
Alor. Momen perpisahan tersebut menjadi simbol penghargaan atas kontribusi
besar yang telah diberikan dalam memajukan pendidikan dan kehidupan keagamaan
di Kabupaten Alor.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh unsur
madrasah semakin memperkuat komitmen dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya
unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter yang
kuat sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.






Tidak ada komentar
Terimakasih telah singgah. Silahkan tinggalkan komentar. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.